Terpojok, Freeport Minta Perlindungan Warga Papua

freeport

intriknews.com - Dinamika terkait Freeport Gate membuat PT Freeport Indonesia kian terpojok. Apalagi pasca dinamika tersebut, desakan agar kontrak Freeport tidak diperpanjang semakin kencang.

Atas kondisi itu, PT Freeport Indonesia memohon kepada tokoh masyarakat Papua untuk mengawalnya di tengah kondisi politik di Jakarta yang dinamis berkaitan dengan menjelang habisnya masa kontrak karya perusahaan di Indonesia itu pada 2021.

"Tolong kawal kami sebagai keluarga besar," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin ketika memberikan sambutan pada acara Ramah Tamah Manajemen PTFI Bersama Stakeholder (pemangku kepentingan)  di Rimba Papua Hotel di Timika, Sabtu (26/12/2015).

Maroef mengatakan, saat ini banyak orang-orang di luar Papua yang menunjukkan seolah-olah lebih mengetahui dan mengenal Papua, khususnya Freeport.

Padahal, ia menilai, yang paling mengetahui dan mengenal masalah Freepot adalah masyarakat Papua, khususnya masyarakat yang ada di sekitar area pertambangan, seperti suku Amungme dan Kamoro.

"Orang-orang yang ribut di Jakarta tidak akan merasakan dampak jika perusahaan ditutup. Tapi, masyarakat Papua yang merasakannya," katanya.

Maroef mengajak masyarakat Papua untuk menggunakan akal dan hati secara paralel berkaitan dengan pengelolaan Freeport.

"Freeport tidak akan berjalan sendiri, tapi jalan bersama tokoh masyarakat Papua," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat Papua untuk lebih memikirkan masa depan anak-anak Papua selagi masih ada kontribusi Freeport dalam pembangunan masyarakat di sekitar pertambangan.

"Pikirkan anak cucu. Jangan kita hanya bertengkar. Jika ada masalah yang belum terselesaikan, mari kita bicarakan," katanya.

Ia mengingatkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Oleh karena itu, ia minta agar kontribusi Freeport kepada masyarakat digunakan untuk mempersiapkan generasi mendatang misalnya melalui pendidikan dan kesehatan.

Sumber: Teropongsenayan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terpojok, Freeport Minta Perlindungan Warga Papua"

Posting Komentar