Usai Kritik Canda Ahok, Dokter RSCM Dicurigai Sebagai Dokter Gadungan Cari Sensasi


Gawat nih kalo kritik Ahok. Dokter senior aja langsung dicurigai hanya dokter gadungan yang cari sensasi.

Melalui akun facebooknya dr. Patrianef, SpB,SpB(K)V mengkritik candaan Ahok yang dinilai telah melukai para dokter spesialis bedah. (detikcom: Canda Ahok: Anak Saya Mau Jadi Dokter Bedah Supaya Sakiti Orang dengan Legal)

"Walaupun cuma candaan Pak Ahok, tetapi anda telah melukai kami. Tidak ada niat seorang dokter bedah untuk menyakiti pasiennya secara legal," kata dokter Spesialis Bedah, Konsultan Vaskular dan Endovaskular di Divisi Vaskular dan Endovaskular Departemen Ilmu Bedah FKUI/RSCM ini. (Baca: Canda Konyol Ahok 'Dokter Bedah Sakiti Orang dengan Legal' Menuai Protes Dokter)

Rupanya ada yang tidak berkenan dengan kritik yang disampaikan dr. Patrianef terhadap Ahok. Bahkan dr. Patrianef dicurigai hanya dokter gadungan dan cuma cari sensasi.

"Mohon klarifikasi apa ini (Patrianef) dr Gadungan. Saya kenal guru2 saya dan mereka orang sibuk dan terkenal, tidak butuh sensasi spt ini," begitu kutipannya.

Atas hal itu dr Patrianef menegaskan lagi sikapnya:

"Resiko tidak terkenal sehingga diragukan oleh seorang dokter bedah pendukung Ahok sejati dan menduga saya dokter gadungan dan suka mencari sensasi," ujar dr Patrianef di laman facebooknya, Kamis (29/10/2015).

"Gak usah bertanya searching saja dia bisa mencari data saya dan bisa buka FB saya dan dia akan tahu bahwa saya sebelumnya salah seorang yg banyak mendukung kebijakan Bapak Ahok," lanjutnya.

"Bagi saya kehormatan dan marwah profesi harus dijaga. Sebagai pendukung saya tidak akan pakai kacamata kuda. Kl saya rasa itu salah akan saya nyatakan salah," tegas dokter yang pernah meraih Service Award IDI tahun 1995 ini.

__
NB: Dari searching di google didapat Profil Dr. Patrianef: KLIK http://theindonesianvascularsurgery



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Usai Kritik Canda Ahok, Dokter RSCM Dicurigai Sebagai Dokter Gadungan Cari Sensasi"

Posting Komentar