"Namamu Sang Rasul" | Salim A. Fillah


NAMAMU, SANG RASUL

Dulu aku bertanya, mengapa namamu yang berulangkali disebutNya
Dan kisahmu yang bertebar merambah hampir tiap surah
Bahkan Allah menetapkan; kau terkisah untuk menguatkan jiwa,
hati dan rasa seorang Nabi penutup masa

Ya, kini aku tahu.. betapa tak mudah menjadimu hai Musa

Mengemban risalah dalam keadaan yang serba tak sempurna
Kau tak fasih bicara, sulit berkata-kata
Dan sebab khilaf masa lalu, kau tersalah membunuh

Maka saat wahyu turun, air matamu menitik, tubuhmu berpeluh
Dalam kesadaran akan beratnya beban, kau mengeluh
"Bicaraku gagap, lidahku kelu, aku takut mereka akan mendustakanku..
dan pada mereka aku berdosa sungguh, aku takut akan dibunuh"

Ya, kini aku tahu, sungguh tak mudah menjadimu

Sebab dalam keterbatasan itu, Allah berikan untukmu lawan penuh kuasa
Perbendaharaannya kaya, kerajaannya luas, tentaranya perkasa
Punggawanya setia, lagi taat buta
Mengaku tuhan tertinggi, dia merasa berkuasa atas hidup dan mati
Dan kau..
Kau terhutang budi masa kecil padanya

Dan tahukah kau duh Musa, kelak kaum yang kau pimpin
Yang kau bimbing bebas dari perbudakan tiran
Yang menyaksikan sejuta kuasa Allah menaungi mereka
Akan berlomba membangkangi Allah dan mendurhakaimu?

Malam ini kususuri kisahmu, dan aku takjub
Atas takdirNya, masa lalumu tak sempurna
Kau terpilih memikul risalah suci, dan kau didustakan

Sedang Muhammad dipilihNya dari pribadi yang terjaga sempurna
Dia memikul risalah dengan gelar 'al amin' yang masyhur sudah
Tapi diapun tetap didustakan

Mungkin sebab itulah kisahmu selalu menjadi penguat hatinya
Di saat-saat berat, Muhammad mengenangmu dan melirihkan gumam
"Semoga Allah menyayangi saudaraku Musa..
sungguh ia dicobai lebih menyakitkan dari ini"

Malam ini duhai Musa, kususuri kisahmu
Aku tersenyum, alhamdulillah, kau membuatku merasa
beban-beban da'wah ini hanyalah seberkas kapas
Tapi di sisi lain, menelisik ceritamu, mataku basah
"ahh.. surga, rasanya masih jauh, sangat jauh.."

-Salim A. Fillah-

___
*dari fb ustadz Salim A. Fillah (29/11/2015)



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to ""Namamu Sang Rasul" | Salim A. Fillah"

Posting Komentar