PTPN Dikritik Jokowi Karena Kurang Peduli Buah Lokal. Terus Bagaimana Dengan Heli Impor?

Jokowi kritik PTPN karena tak peduli buah lokal, tapi pemerintah sendiri pilih heli impor.

intriknews.com Bogor - PT Perkebunan Nusantara diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk menyiapkan 10 ribu hektare tanah perkebunan agar bisa ditanami buah lokal. Luas 10 ribu hektare merupakan jumlah yang kecil dibanding total luas lahan yang dipunyai oleh perusahaan besar seperti PTPN.

"Dari dulu menanam karet, kopi, sawit, dan teh. Tidak ada PTPN yang memikirkan buah-buahan," ujar Jokowi dalam acara pembukaan Festival Buah dan Bunga Nusantara di Institut Pertanian Bogor, seperti dilansir Tempo pada hari Sabtu, 28 November 2015.

Ia menambahkan, permintaan pasar akan buah lokal sebenarnya tinggi. Namun, karena produksi lokal kurang digenjot, Indonesia kesulitan memenuhinya. "Untuk itu, IPB dan 48 kabupaten yang sudah ditunjuk Kementerian Pertanian mulai 2016 sudah mulai bergerak untuk mengembangkan produk-produk ini."

"Buahnya apa, terserah, tapi kebutuhan pasar harus dijawab dengan produksi yang kualitasnya baik," ujar Presiden Jokowi ketika menginstruksikan IPB agar membimbing para petani demi kualitas buah yang dihasilkan semakin baik. Tak perlu semua buah ditanam. Tiap daerah bisa menanam beberapa jenis buah yang menjadi kekhasannya saja.

Namun kritikan Jokowi ini bertolakbelakang dengan sikap pemerintah dalam pengadaan heli operasional Jokowi yang harganya sangat mahal dan memilih untuk membeli produk impor.

Rencana pemeririntah tersebut juga banjir kritikan. Bahkan, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin menyayangkan pemerintah melalui TNI Angkatan Udara (AU) membeli helikopter AgustaWestland AW101 untuk menggantikan helikopter Superpuma yang dinilai sudah tak layak untuk menunjang aktifitas Presiden Jokowi.

“Menurut hemat saya, sudah saatnya mengganti helikopter kepresidenan. Tapi akan lebih bijak bila menggunakan produk dalam negeri saja dan sesuai dengan amanah UU Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan,” ujar Hasanuddin seperti dilansir Okezone, pada Senin (23/11/2015).

Ia juga menambahkan, dengan membeli produk lokal, maka negara sendiri yang akan untung, bukan negara lain.

“Dengan membeli produk dalam negeri, maka negara untung sebesar 30% dari harga dasar setidaknya dalam bentuk material dari dalam negeri . Dan mampu mempekerjakan minimal 700 orang selama setahun dengan investasi skill untuk anak bangsa yang terus berkembang,” lanjut Hasanudin.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PTPN Dikritik Jokowi Karena Kurang Peduli Buah Lokal. Terus Bagaimana Dengan Heli Impor?"

Posting Komentar